Wong Kam Fung

Waktunya Bermain: Piring Putri Campa

Filed under Klinong-klinong by at 9:48 am on Sep 12 2010

piring putri campaSerambi memang salah satu bagian bangunan yang nyaman untuk berleha-leha. Tempatnya yang biasanya terbuka menyebabkan angin dengan bebasnya berlalu-lalang. Akibatnya, serambi itu terasa adem baik siang maupun malam.

Sebuah masjid biasanya juga memiliki serambi. Begitu pula dengan Masjid Agung Demak. Serambi masjid peninggalan Wali Songo ini cukup luas. Serambi itu juga untuk berleha-leha selain untuk tempat ibadah. Baik siang maupun malam, banyak orang duduk-duduk di tempat itu. Mereka sendiri-sendiri atau bergerombol. Penduduk setempat maupun para pelancong.

piring putri campaAda hal menarik sekaligus membuat penasaran di serambi Masjid Agung Demak. Di dinding serambi tersebut terdapat banyak piring tembikar dari Tiongkok yang berfungsi sebagai hiasan. Hiasan tembikar itu dikenal dengan sebutan piring Putri Campa. Putri asal  Tiongkok ini merupakan permaisuri Raja Majapahit terakhir, Brawijaya, yang makamnya ada di Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur.

piring putri campa

Bentuk dari piring itu bermacam-macam. Warnanya putih dengan ornamen biru. Bukan bentuk dan warnanya yang menarik dan membuat penasaran kami sebagai anak-anak saat itu tetapi jumlahnya yang berubah-ubah saat kami hitung. Kami berkali-kali menghitungnya dan hasilnya selalu tidak sama. Peristiwa itu begitu dalam menancap dalam benak saya. Sampai sekarang pun, setiap saya pulang kampung dan shalat di masjid walisongo itu, kenangan terkait dengan piring-piring yang menempel di dinding serambi selalu melintas. Kenangan bagaimana saya dan teman-teman sepermainan berusaha mati-matian menghitung piring Putri Campa itu agar menghasilkan jumlah yang sama dalam beberapa kali menghitung.

piring putri campaSaat keanehan itu saya ceritakan kepada kedua anak saya, yang gede kelas 10 (kelas 1 SMA) adiknya kelas 5 SD, merekapun jadi penasaran. Dicobanya juga untuk menghitung. Hitungan yang dihasilkan, piring itu berjumlah 61 buah. Dihitung lagi. Hasilnya: 60. Aneh ya?

Ini bukan hal mistis atau suatu mitos. Jumlah hitungan yang berbeda tentu saja terjadi karena ketidaktelitian. Apalagi pada saat masa kanak-kanak dulu. Kami bergantian menghitung, dan masing-masing hasilnya bisa tidak sama. Selisih angka antara teman yang satu dengan yang lain atau dengan saya sendiri malah bisa sampai sembilan. Mana yang benar, saya juga tidak tahu pada waktu itu. Karena setiap kali dihitung ulang untuk memastikan jumlahnya, hasil yang didapat selalu berubah-ubah. Akhirnya kami semua menyerah dan memutuskan bahwa jumlah piring Putri Campa yang menempel di dinding serambi Masjid Agung Demak itu memang misteri. Misteri tak terpecahkan hingga saya dewasa dan merantau ke kota lain.

Bila ditanya berapa jumlah sebenarnya dari piring-piring itu, saya sendiri belum menghitungnya lagi. Biarlah itu jadi misteri tak terpecahkan bagi saya sekarang. Nanti saja bila ada waktu dan mau mencoba menghitungnya, akan saya lakukan untuk anda.

Jika anda mampir ke Masjid Agung Demak dan ada waktu, coba anda sempatkan menghitung piring-piring itu. Jangan hanya sekali tetapi tiga kali. Apakah hasilnya sama atau tidak. Bila hasilnya tidak sama, mungkin anda kurang teliti. Sekedar iseng. Gratis kok.

Share |

8 Responses to “Waktunya Bermain: Piring Putri Campa”

  1. 1 Ubah Bentuk, Antarkan Jajanan Pasar Masuk Hotel | Indonesia Search Engineon 12 Sep 2010 at 10:27 am

    [...] Waktunya Bermain: Piring Putri Campa | Wong Kam Fung [...]

  2. 2 Hamuroon 12 Sep 2010 at 12:11 pm

    Begini tekniknya:
    1. Sediakan seratus buah kelereng dan dua buah gelas.
    2. Taruh seratus kelereng dalam gelas pertama.
    3. Pecahkan satu piring yang masih utuh.
    4. Pindahkan satu kelereng ke gelas ke dua.
    5. Lihat apakah masih ada piring yang belum pecah, jika masih ada kembalilah ke langkah 3
    6. Bawa pulang gelas ke dua beserta kelereng di dalamnya
    7. Setelah sampai di rumah, hitung jumlah kelereng yang ada di dalam gelas.

  3. 3 armanon 12 Sep 2010 at 11:41 pm

    unik banget piring2nya ya…
    hahaha iya kalo banyak gitu pasti diitung gak pernah sama jumlahnya… :D coba ditanya ke pengurus masjid nya aja untuk tanya sebenernya berapa sih jumlah piringnya yang bener… :D

  4. 4 armanon 12 Sep 2010 at 11:42 pm

    huahahah ngebaca komentarnya hamuro… :) )
    kalo begitu caranya mah bisa ditangkep ama pengurus masjid nya…. hahaha

  5. 5 Wong Kam Fungon 12 Sep 2010 at 11:50 pm

    @Hamuro: ide bagus, tapi gak mau coba ah ;-)
    @arman: saya jg gak yakin klo mereka tahu berapa jmlhnya ;-)

  6. 6 Waktunya Bermain: Kolam Kayu | Wong Kam Fungon 13 Sep 2010 at 10:07 am

    [...] menara masjid dan piring Putri Campa, Kolam Kayu adalah tempat mengasyikkan untuk bermain dari Masjid Agung Demak. Kami menyebut kolam [...]

  7. 7 zicoon 13 Sep 2010 at 1:48 pm

    Bismillahirrohmanirrohim,,,sepertinya hitungan yang hasil pertama selalu benar,,dan hitungan yang kedua bisa juga benar…hehehe
    saya juga pengen ke sana pak…Insya Allah

  8. 8 wongkamfungon 13 Sep 2010 at 2:14 pm

    @zico: saya doakan sampai ke sana, shalat di masjid walisongo yang untuk sebagian orang menjadi impian ;-)

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply

Content Protected Using Blog Protector By: PcDrome.