Wong Kam Fung

Roadmap Siput

Filed under Kata Hati,Manajemen by at 12:41 am on Jan 04 2011

roadmap siputTidak ada yang salah dengan membuat resolusi di awal tahun baru. Namun anda akan menjadi frustasi, ketika resolusi itu ternyata berujud roadmap siput yang melibatkan anda.

Roadmap bisa bermakna sebuah rencana. Begitu juga dengan resolusi. Dengan demikian, ketika kita membuat sebuah resolusi itu artinya kita sedang membangun suatu roadmap. Saat roadmap itu sudah terbentuk maka sebuah rencana yang bakal dijalankan sudah ada di depan kita. What’s next? Tentu saja kita harus berusaha untuk focus on roadmap yang kita bikin itu.

Istilah roadmap siput saya dengar belum lama. Tiga hari menjelang tutup tahun 2010 tepatnya kata itu saya dapatkan. Bukan istilah yang luar biasa tetapi cukup menarik perhatian dan kemudian menginspirasi saya untuk menjadikannya tulisan. Ya, tulisan yang sedang anda baca ini. Lalu, apa yang bisa didapat dengan menuliskannya? Mudah-mudahan ada sesuatu yang bisa anda peroleh setelah membaca tulisan tentang roadmap siput ini. Saya sendiri menulis ini dengan tujuan agar bisa menjadi alat pengingat bila sewaktu-waktu saya lupa atau melupakannya dan menemukan kembali nanti.

Roadmap siput merupakan ungkapan untuk menyatakan sebuah rencana yang terlalu panjang dan lama. Karena panjang dan lama akibatnya pencapaian hasil akhirnya menjadi begitu lambat. Karena lambat inilah kemudian rencana yang dicanangkan mendapat julukan roadmap siput. Berjalan ke arah sasaran memang, tapi lemot. Betul, terlihat mengalami peningkatan, tapi lelet. Larinya roadmap siput tidak akan bisa cepat. Itulah sebabnya kenapa di belakang roadmap diembel-embeli dengan siput. Tidak ada siput yang bergerak cepat kecuali dalam dongeng siput balapan lari dengan kancil.

Mengapa ada orang yang menciptakan roadmap siput? Salah satu penyebab yang saya lihat adalah kehati-hatian yang melebihi porsi. Tidak salah memang untuk berhati-hati. Sikap hati-hati jelas dibutuhkan agar tidak celaka. Namun sikap hati-hati juga bisa menjadi pisau bermata dua. Sikap tersebut justru menghambat laju jalannya langkah ketika terlalu berlebihan menerapkannya. Meskipun didasarkan pada hal yang baik yaitu kehati-hatian, hasilnya ternyata bisa menjadi roadmap siput.

Penyebab lain munculnya roadmap siput adalah ketidakmampuan. Yang saya maksud ketidakmampuan di sini adalah keterbatasan pengetahuan dan keahlian dari bidang yang digeluti. Seorang petani yang biasa mencakul sawah tentu akan bingung saat diminta ke tengah laut memegang jaring mencari ikan. Nelayan yang berpengalaman menaklukkan ombak tentu akan kelabakan ketika diharuskan menaklukkan gelombang hati siswa di ruang kelas. Seperti itulah kira-kira bentuk tamsilnya. Jangan heran bila hasilnya kemudian ternyata sebuah kehancuran atau sesuatu yang ketinggalan jaman. Memang benar ucapan bahwa segala sesuatu akan hancur jika tidak diserahkan pada ahlinya. Roadmap siput mungkin tidak akan sampai menghancurkan, tetapi ia tidak akan pernah menghasilkan perubahan secara revolusioner. Orang Jawa mengatakan alon-alon waton kelakon, biar pelan yang penting sampai. Bukan suatu hal yang salah tentang filosofi orang Jawa itu. Tetapi untuk terjadinya perubahan yang sifatnya segera, filosofi adiluhung tersebut tidak kontekstual.

Sesuatu yang revolusioner acapkali memang tidak mengenakkan dan membuat tidak nyaman. Apalagi bagi para pecinta status quo, mereka akan alergi dengan segala bentuk perubahan. Orang-orang seperti mereka ini jelas lebih menyukai kepastian. Bagi mereka kepastian adalah sebuah kenyamanan, perubahan adalah suatu ancaman. Lebih-lebih perubahan yang revolusioner, itu jelas bencana.

Saya tidak tahu anda lebih memilih yang mana, status quo atau perubahan. Jika anda lebih suka status quo, roadmap siput sangat cocok untuk anda. Anda tidak perlu khawatir dengan perubahan karena hal itu terjadinya sangat lambat. Dengan demikian anda tidak akan kaget dan bisa beradaptasi tahap demi tahap tanpa harus mengalami keterkejutan. Sebaliknya, bila anda orangnya dinamis, suka perubahan, suka tantangan, makin revolusioner perubahan yang terjadi makin menggairahkan anda, roadmap siput jelas menjadi sebuah ranjau yang berbentuk bom waktu bagi anda. Dia tidak seketika mematikan anda tetapi membuat anda frustasi terlebih dahulu, nyawa anda dikerat selapis demi selapis, baru kemudian meledakkan anda menjadi serpihan-serpihan tanpa daya.

Siput memang kata lain dari keong. Namun demikian, roadmap siput tidak sama dengan ’keong racun’. Roadmap siput mungkin meracuni anda, tetapi keong racun justru membuat anda bergairah dan ketagihan. Apalagi keong racun bernama Shinta dan Jojo.

Sumber gambar: di sini

Share |

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply

Content Protected Using Blog Protector By: PcDrome.