Internet Membebaskan Katak dalam Tempurung
Posted by wongkamfung
Percayalah, sebenarnya menjadi katak itu tidak enak. Apalagi katak dalam tempurung. Hanya gelap dan pengap yang ditemui.
Posted by wongkamfung
Percayalah, sebenarnya menjadi katak itu tidak enak. Apalagi katak dalam tempurung. Hanya gelap dan pengap yang ditemui.
Posted by wongkamfung
Dengan kunci Inggris di genggamannya, dia mendekati lelaki yang mengumpatnya terlebih dahulu. Yang didekati bergeming tetapi diam-diam tangannya yang ada di balik punggung telah menggenggam bata merah.
Posted by wongkamfung
Malaysia sudah mulai dengan laser maka telah tiba saatnya mengirim nuklir ke negara itu. Begitu kira-kira terjemahan dari kicauan provokatif berbahasa Inggris di Twitter tadi malam.
Posted by wongkamfung
Terasa aneh ketika kita mendengar pilihan semacam itu. Namun, sesat memang pilihan. Itu artinya kita bisa memilih untuk tidak menjadi sesat. Begitu kan?
Posted by wongkamfung
Mbah Maridjan memang bukan seorang pemuda. Oleh karena itu, sumpahnya tidak bisa dibilang sumpah pemuda. Namun dari sumpah mbah Maridjan, sebuah keteladanan diajarkan. Sayangnya, karena sumpahnya pula, dia mendapat cercaan.
Posted by wongkamfung
Kamar mandi anda pernah berkabut? Punya saya pernah. Datanglah ke rumah saya bila ingin menikmati mandi kabut. Dijamin anda akan merasakan sensasi mandi yang berbeda.
Posted by wongkamfung
Jalan alternatif yang ada berlubang-lubang. Angkot terguncang-guncang. Kami yang ada di dalam terlempar-lempar. Reyhan anak millenium meringis-ringis menahan sakit.
Posted by wongkamfung
Sebuah fatwa dikeluarkan. Isinya mudik diharamkan mulai 2010. Tindak lanjutnya, semua jalur yang kemungkinan akan dilalui pemudik dijaga ketat.
Posted by wongkamfung
Bayam yang diolah ibu menjadi sayur bening kegemaran saya dulu, saat ini hadir di meja makan dengan seraut wajah cantik milik ibu di dalamnya. Satu mangkuk sayur sederhana bercitarasa luar biasa.
Posted by wongkamfung
MERDEKA! Kata itu dulu dipekikkan para pejuang, sekarang diteriakkan peserta karnaval digemborkan para koruptor negeri ini. Para pejuang meneriakkannya untuk memberi semangat, perserta karnaval melakukannya untuk meramaikan pesta tahunan, dan para koruptor ingin menunjukkan betapa nyamannya tinggal di negeri yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945.