Reuni Virtual
Posted by wongkamfung
Reuni itu menyebalkan. Reuni virtual juga menyebalkan. Harus bagaimana ini?
Posted by wongkamfung
Reuni itu menyebalkan. Reuni virtual juga menyebalkan. Harus bagaimana ini?
Posted by wongkamfung
Kamar mandi anda pernah berkabut? Punya saya pernah. Datanglah ke rumah saya bila ingin menikmati mandi kabut. Dijamin anda akan merasakan sensasi mandi yang berbeda.
Posted by wongkamfung
Dalam dunia kepemimpinan, ada pemimpin yang disebut dengan pemimpin hantu atau kita sebut saja pemimpin bayangan. Ada tapi tidak ada. Hloh, piye toh?
Posted by wongkamfung
Reuni yang dilaksanakan 14 September 2010 di Semarang kemarin merupakan acara yang menyebalkan, betul-betul menyebalkan.
Posted by wongkamfung
Gondez adalah sebuah persahabatan, jargon bermakna teman seperjuangan, sebutan yang saling mendekatkan. Dengan dipanggil gondez, kami merasa sebagai satu keluarga.
Posted by wongkamfung
Aksi provokatif tulisan itu betul-betul ampuh. Memang, dia tidak bersuara, hanya sebuah frasa merah dua kata, tapi telinga ini terasa mendengar cemoohannya. ”Pengen ya? Sori, menu ini buat orang berduit. Bukan untuk mahasiswa kos-kosan sepertimu. Silakan ngences (ngiler). Boleh datang bila sudah ada uang.”
Posted by wongkamfung
Sebab-musabab namanya seperti itu tidak penting bagi kami. Yang paling penting adalah kami bisa menggunakan kolam itu untuk bermain air. Berenang kesana-kemari layaknya perenang yang bertanding dalam kolam skala olimpiade.
Posted by wongkamfung
Bukan bentuk dan warnanya yang menarik dan membuat penasaran tetapi jumlahnya yang berubah-ubah saat dihitung. Bila ditanya berapa jumlah sebenarnya dari piring-piring itu, saya sendiri belum menghitungnya lagi. Biarlah itu jadi misteri tak terpecahkan bagi saya sekarang.
Posted by wongkamfung
Setelah merasa menjadi pemenang karena bisa sampai di puncak menara, melihat dan memegang lonceng menara yang tidak akan terlihat dari bawah, serta melihat pemandangan kota, kami selanjutnya turun. Sampai di bawah, seorang petugas masjid berbadan besar sudah menunggu.
Posted by wongkamfung
Karena kegundahan itu, saya bertekad bila nanti menyunatkan lagi, saya tidak akan membawanya ke tempat tersebut.