Posted by wongkamfung
>Apa karena tau saya suka buku, orang jadi pada senang ngasih buku ya? Atau karena kasian liat saya kaya kutu buku? Kucel maksudnya. Hanya Tuhan yang tau dan saya juga tau (kalau dikasih tau yang ngasih tau, yang punya buku maksudnya). Tapi emang bener, saya suka buku. Dan saya punya banyak buku. Lebih dari sepuluh. [...]
No responses yet
Posted by wongkamfung
Jadi intinya, kalo pengen jadi pemimpin yang sukses harus besar kemaluan. Jangan ngeres dulu!
No responses yet
Posted by wongkamfung
>Kadang-kadang repot juga ngadepin orang iri. Seperti kena duri. Didiemin nyakitin, diurusin ngrepotin. Jadi serba salah. Sering malahan seolah-olah kitalah yang memang salah. Kalau ada yang bilang sirik tanda tak mampu, saya setuju 100%. Buat sebagian orang, ketidakbisaan yang dimiliki ditutupi dengan menyalahkan orang lain. Karena tidak bisa melakukan sebagaimana yang dikerjakan orang lain, dia [...]
No responses yet
Posted by wongkamfung
Ini bukan cerita tentang kodok yang memimpin kodok lain. Atau manusia yang memimpin sekumpulan kodok. Apalagi tukang nyari kodok. Cerita ini mengenai perilaku seorang pemimpin. Lho? Terus apa hubungannya?
No responses yet
Posted by wongkamfung
>Emang repot ya jadi ngetop (walah… terdengar narsis ya? *pake nanya lage*). Dikejar-kejar. Diuber-uber. Malahan pernah ada yang jatuh bangun gara-gara pengen meluk (bo’ong ding). Tapi kalo mau dipeluk emang bener. Sayangnya, yang mau meluk itu… orang gila. Oohh nooooo………. Ceritanya, dulu, dulu sekali, entah berapa taon yang lalu (ga pentinglah masalah waktunya, ya ga? [...]
No responses yet